expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Thursday, 10 May 2012

catatan hati ferincelo

may kini datang lagi..
mengimbau kenangan mesra dua sejoli...
menerojah asmara sehangat mentari pagi..
bermain onak gelora persis pencinta asli
tiada sempadan...antara nafas ku dan dia...
matanya lirik menusuk ke jantungku...
debaran gegak gempita dirasa..



namun....
may ini...ntah dimana silapnya..
makin jauh gapaian tangan kita...
semakin sayup suara gemersik itu...
tiada lagik lagu cinta yg beralun tari asmara..
khabaran hanya bertandang tika masing-masing
terhimpit derita...



Julai..
rindu itu tak terbendung...
semilir laluan angin sapaan di pipi mungilku..
hati ku tak setenteram dulu...
ketenangan...keasyikan ku...kau bawa jauh kini...



may...
perjuanganku kian rapuh..
semakin hari...semakin punah hasrat srikandi..
tak seutuh dulu...
hanya tinggal sisa-sisa..
sama seperti puteri jalanan dulu...
tiada nilai dimata dunia...
pasrah ku serahkan jiwa ku pada NYA..
mungkin takdir ku sebegini...
telah ku usaha
namun...tidak sama sekali ingin memaksa...
biarlah...
biar dia pergi bersama cita..
aku sisipkan doa iringan langkah perkasa mu..
hanya itu yg ku mampu..
dengan ini...
aku pergi melangkah...
pada Julai yg terbendung
sejuta kenangan....

bisikan hati

Akan kemanakah jalan ini.. Menuju titik-titik tak beraturan Sehingga tanpa bentuk dan makna kepastian Terjerembab aku dalam khayalan-khayalan Yang ku ilusi dengan fatamorgana janji-janji.. Kenapa begitu cepat berlalu Masa indah bersamamu.. Tertutup awan dan jelaga keinginan Dari berbagai sudut-sudut Dimanakah dirimu.. Dimanakah diriku... Seakan aku dan kamu tak punya diri... Kapan kita akan menjadi dewasa Kapan kita akan menjadi hidup Teruskah keinginan ini digadaikan Demi keinginan-keinginan yang lain Begitu murahnya hati kita untuk ditukar dengan lainnya.. Begitu tak berharganya relung kasih yang tersisih oleh rasa risih.. Rembulan.. Kini telah sampai diperaduan Kelopak hidup telah kau dapatkan Bermukim diduniamu yang sejati Moga gembiralah wahai dewi hati Turut berbunga jiwa ini Walau merana di putik sejati... Menangis tanpa air mata Meraung tanpa suara Menjerit tanpa lengkingan.. Biarkan aku tersudut Menepi di tepian senyummu Aku menatap dari kejauhan Betapa berpinarnya tatap matamu Dengan langkah anggun bergegas Menuju pematang-pematang kehidupan Ku do�kan kehidupanmu terukir senyuman Saat itu kau akan bahagia Dengan setumpuk harta, sebanyak keinginan... Aku dari kejauhan akan bersujud Untuk kebahagiaanmu... Bersama orang-orang yang kau kasih Walau tumpahan darah bening menetes dari perasaan ini.... Kulambaikan tangan tanda perjumpaan Kujabat erat jemarimu tanda perpisahan.. Kau telah berhasil meraih tahap awal keberhasilan.. Walau hanya dibibir belaka Hati kosong tak berisi.. Kecuali pernyataan-pernyataan.. kenapa-kenapa-kenapa aku begini ? Sesunguuhnya aku tidak begini.. Sesungguhnya memang begini adanya.... Rembulan.. Jaringkan bayang-bayangmu di atas jelaga khayal Hingga kau bahagia dengan pembaringan hidup Yang diingini oleh orang-orang.. Selamat jalan menempuh harapan Semoga kau tuai kebahagiaan Bersama orang-orang tersayang.. Sesunguhnya siapa dirimu.. Sesungguhnya siapa diriku.. Dan siapa kita sesungguhnya... Adakah kau Adakah aku Masih adakah kita ? yang pasti... Bisikan hati..akan terus berbisik Selagi MAUT belum menjemput..!! Selagi nafas belum terhenti...
Mulai gelisah didalam jiwa.. Atas ketidakpastian yang kian menjadi Hari-hari seakan tak bererti Langkah-langkah tak berpijak.. Akan kemanakah jalan ini.. Menuju titik-titik tak beraturan Sehingga tanpa bentuk dan makna kepastian Terjerembab aku dalam khayalan-khayalan Yang ku ilusi dengan fatamorgana janji-janji..

Monday, 7 May 2012

Tanamlah sebatang pohon cinta yang berdaun kesetian berbunga ketulusan berakar kejujuran siramilah dengan kasih & sayang pupuklah dengan kepercayaan cinta bukanlah matematika yang bisa di hitung cinta bukanlah PPKN yang selalu di atur oleh pasal cinta bukanlah ekonomi yang kadang untung dan rugi tanpa cinta kita takan menjadi seperti ini..
anak kampung talamason.blog.com